Blog

Memberdayakan Perubahan dengan Pengaruh Fashion

November 23, 2023
3 Menit Waktu Baca

Di era saat ini, fashion bukanlah sekadar apa yang kita pakai; ia juga merupakan bahasa dan alat yang memiliki kekuatan. Pengaruh fashion kini pun meluas pada isu-isu kritis. Seiring pergeseran fokus menuju masalah-masalah sosial, lingkungan, dan budaya, fashion menjadi medium penting sebagai salah satu agen perubahan secara global.

Pengaruh Fashion dalam Politik: Ungkapan Melalui Busana

Seiring berjalannya waktu, pakaian turut berevolusi menjadi wadah ekspresi politik. Mulai dari gerakan perempuan yang mengenakan pakaian putih sebagai simbol menuntut hak pilih, hingga para demonstran yang memilih warna merah sebagai lambang perlawanan. Fashion secara visual dapat mencerminkan ideologi politik.

Anggota Black Panthers berbaris dalam sebuah pertemuan di DeFremery Park di Oakland, California.

Satu studi kasus menarik adalah Partai Black Panther, organisasi hak sipil kulit hitam yang berkembang pada 1960-an dan 1970-an. Partai ini dengan cermat menggunakan pakaian sebagai pernyataan politik dengan menggunakan seragam khas: baret hitam, jaket kulit, dan kacamata hitam. Seragam tersebut melambangkan persatuan, perlawanan terhadap ketidakadilan rasial, dan lebih jauh lagi, pemberdayaan. Tak hanya itu, seragam ini mengirimkan pesan solidaritas, serta komitmen untuk menentang rasisme sistemik dan ketidaksetaraan di Amerika Serikat.

Pengaruh Fashion pada Inklusivitas: Evolusi di Catwalk

Dunia runway memiliki sejarah kurang baik akibat kurangnya representasi yang beragam dalam hal ras, ukuran tubuh, dan identitas gender. Namun, industri ini perlahan mengalami perubahan. Banyak desainer kini aktif merepresentasikan keberagaman dengan mengikutsertakan model-model dari berbagai latar belakang ras, bentuk tubuh, dan identitas gender. Perubahan ini bukan hanya mempromosikan inklusivitas, tetapi juga menantang standar kecantikan konvensional--fashion harus bisa diakses oleh semua orang, tanpa memandang penampilan atau identitas yang melekat.

Contoh yang menarik adalah merek lingerie Rihanna, Savage x Fenty. Sejak pertunjukan fashion pertamanya pada 2018, merek ini memperoleh pujian karena komitmennya yang kuat terhadap inklusivitas di atas catwalk. Mereka menampilkan model-model dari berbagai etnis, ukuran tubuh, dan identitas gender, merayakan keberagaman dengan mengguncang norma yang sudah ada, terutama standar kecantikan tradisional. Savage x Fenty menyampaikan pesan bahwa kecantikan tidak mengenal batasan dan menegaskan bahwa fashion harus menjadi panggung yang menghargai dan memberdayakan setiap orang.

Pengaruh Fashion terhadap Konsumsi yang Etis

Konsumen modern semakin bijak dalam memutuskan pilihan sandangnya. Munculnya tren fashion yang beretika dan gerakan slow fashion mendorong individu untuk merenungkan dampak pembeliannya terhadap pekerja, lingkungan, dan masyarakat. Dengan mendukung merek yang mementingkan upah yang adil, kondisi kerja yang aman, dan bahan yang ramah lingkungan, konsumen secara aktif menyuarakan prinsip-prinsip mereka dan menyampaikan pesan yang tegas: industri fashion harus mementingkan transparansi dan akuntabilitas.

Patagonia menjadi contoh nyata dalam mendukung konsumsi yang etis. Pada tahun 2011, Patagonia meluncurkan kampanye yang provokatif berjudul "Don't Buy This Jacket". Alih-alih mendorong konsumerisme yang gegabah, kampanye ini mengajak konsumen untuk merenungkan dampak lingkungan dari pembelian mereka, dan membeli hanya apa yang benar-benar diperlukan. Langkah berani ini menegaskan komitmen Patagonia terhadap konsumsi yang etis dan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Inisiatif ini mendorong bukan hanya konsumennya, tapi juga merek-merek lain untuk mengevaluasi kebiasaan belanja mereka dan memilih kualitas dan daya tahan, daripada mengikuti tren fashion sekali pakai.

Pengaruh Aktivisme Selebriti dalam Dunia Fashion

Selebriti memiliki dampak besar dalam dunia fashion. Mengetahui hal ini, banyak dari mereka yang memanfaatkan platformnya untuk mendukung berbagai isu sosial dan politik. Salah satu contohnya adalah Emma Watson, yang dikenal lewat perannya sebagai Hermione Granger dalam seri Harry Potter. Ia telah menjadi salah satu advokat utama untuk sustainable fashion. Sejalan dengan komitmennya, ia memimpin "Green Carpet Challenge" yang bekerja sama dengan Eco-Age, konsultan fashion dengan fokus di bidang lingkungan.

Dalam inisiatif ini, Emma Watson secara aktif mengenakan gaun ramah lingkungan yang juga diproduksi secara beretika ke acara-acara prestisius seperti Met Gala. Pilihan pakaiannya menarik perhatian media secara signifikan, menyoroti pentingnya aspek sustainable dalam industri ini. Dedikasinya terhadap fashion yang beretika telah menciptakan jejak yang tak terhapuskan, memengaruhi baik para perancang maupun konsumennya. Ini menunjukkan betapa kuat pengaruh selebriti dalam mendukung pilihan fashion yang bertanggung jawab, dan lebih lanjut mendukung perubahan positif dalam industri fashion.

Fashion adalah medium yang senantiasa berkembang. Ia mencerminkan nilai, isu terkini, hingga aspirasi masyarakat kita. Kemampuannya untuk menyampaikan isu-isu kompleks dan menginspirasi perubahan menunjukkan kekuatan besar yang dimilikinya. Baik melalui pilihan yang sustainable, pernyataan politik, apresiasi budaya, atau representasi inklusif, fashion menjadi alat yang tangguh sebagai media berekspresi. Dengan memanfaatkan kekuatan ini, setiap orang dapat membuat perbedaan yang berarti dan berkontribusi pada dunia yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif.

Ikuti perkembangan terbaru di bidang tekstil, garmen, dan produksi, serta segala hal terkait fashion dengan mengikuti kami di Instagram, atau gunakan resource kami di sini.

Blog dan Artikel
Artikel Terbaru

Kontak Kami

Mari Berkenalan Lebih Lanjut dengan Mengikuti Kami di Media Sosial!
Cloami HQ
Jl. Cibaligo No.149, Kota Cimahi, Jawa Barat 40533

Mari saling terhubung!

Kontak kami untuk pertanyaan dan info lebih lanjut.





    Isi detail untuk Chat sekarang

    WhatsApp Chat Now
    arrow-leftarrow-right