Blog

Ramainya Quiet Luxury

November 23, 2023
4 Menit Waktu Baca

Dalam dunia luxury, perhatian kini tertuju pada tren yang menarik bagi mereka yang menghargai kemewahan yang sederhana, yakni 'quiet luxury'. Perubahan ini menandai pergeseran dari gaya luxury yang biasanya mencolok dan cenderung berlebihan. Kini, rumah mode lebih memilih pendekatan yang lebih apik dengan menyelipkan logo mereka secara halus ke dalam desain pakaian dan aksesori, daripada menampilkannya secara besar-besaran. Hasilnya adalah tampilan yang rapi dan elegan, dengan logo yang hampir tidak kasatmata. Intinya, quiet luxury adalah tentang branding yang lembut–mencuri perhatian dengan niat tidak mencuri perhatian.

Definisi Quiet Luxury

quiet luxury runway

Quiet luxury didefinisikan sebagai konsep yang menekankan keanggunan, kualitas, dan keterampilan dibandingkan dengan penonjolan merek dan pernyataan kemewahan yang mencolok. Label mode seperti The Row, Bottega Veneta, dan Khaite telah mengadopsi tren "non-tren" ini. Mereka memeluk estetika minimalis yang menciptakan kesan keanggunan tanpa harus berlebihan. Berdasarkan karakteristiknya, dapat dilihat bahwa tren ini mengambil inspirasi dari filsafat Jepang, 'wabi-sabi,' yang menghargai keindahan pada ketidaksempurnaan dan kesederhanaan.

Menurut Vogue, konsep 'quiet luxury' diartikan sebagai penghargaan pada elemen-elemen dasar, lebih pada suasana tenang daripada estetika yang terlalu jelas terdefinisi. Konsep ini memancarkan pesona luxury yang klasik dengan lembut, bayangkan mantel bulu yang dipadankan santai dengan jeans vintage.

Gerakan ini pada intinya menciptakan perubahan pandangan terhadap gaya hidup mewah. Mengangkat keindahan dalam hal-hal sederhana dan gaya minimalis, 'quiet luxury' menawarkan penampilan - atau aura - yang dapat diadopsi oleh siapa saja. Pada masa lalu, kemewahan sering diidentifikasi dengan pakaian mewah berlabel besar seperti Cartier, Gucci, dan Louis Vuitton. Namun, barang-barang yang penuh dengan logo besar tersebut sekarang dianggap sebagai "loud luxury," yaitu gaya luxury yang bersifat mencolok.

Bayangkan barang-barang berkualitas tinggi yang tetap mempertahankan nilai investasi tanpa perlu mencolok dengan logo besar, itulah esensi dari "quiet luxury". Tujuannya bukan untuk memamerkan kekayaan, melainkan untuk menunjukkan bahwa barang-barang tersebut memiliki kualitas tinggi, dan kualitas inilah yang menjadi aspek paling penting.

Pengaruh Suara Para Pemengaruh

Menurut celebrity stylist, Ellis Ranson, konsep 'quiet luxury' memiliki pendekatan minimalis yang menitikberatkan pada kualitas dan penggunaan yang baik. Tanpa logo mencolok dan label harga yang tinggi, ini bukanlah sesuatu yang baru; kita bisa dalam serial Succession dan pernikahan Sofia Richie.

Bagi mereka yang ingin mengadopsi gaya "quiet luxury" tanpa harus menguras dompet, ia memberikan saran untuk memilih "warna yang redup" dan "bentuk yang klasik." Kesempurnaan adalah kunci utama—pastikan semua pakaian sesuai dengan bentuk tubuh. Ia menekankan, "Anggaplah pakaian dasar sebagai elemen inti dari setiap style, dan pertimbangkan bahwa keseluruhan tampilan haruslah rapi” (myimperfectlife).

Selebriti Ikon Quiet Luxury

Quiet luxury semakin menarik perhatian para penggemar fashion dan jajaran selebriti karena kesederhanaannya. Beberapa tokoh terkenal telah merangkul tren ini, mengintegrasikannya ke dalam gaya pribadi mereka, dan memberikan inspirasi kepada orang lain untuk mengadopsi gaya serupa.

Sofia Richie Grainge

Pernikahan Sofia Richie Grainge dan Elliot Grainge pada bulan Agustus lalu benar-benar membawa gaya ini ke sorotan publik, terutama melalui kekuatan media sosial. Pernikahan tersebut menandai Sofia Richie Grainge sebagai salah satu ikon quiet luxury. Gaya barunya seakan menjadi standar baru dalam perkembangan dunia fashion.

Victoria Beckham

Victoria Beckham, yang terkenal karena kepekaan fashion yang tidak perlu diragukan, juga dikenal sebagai salah satu pelopor quiet luxury. Brand miliknya mencerminkan keanggunan yang sederhana, dengan siluet ramping, bahan mewah, dan perhatian terhadap detail yang teliti.

Gwyneth Paltrow

Gwyneth Paltrow, artis sekaligus tokoh wellness, menjadikan quiet luxury sebagai gaya hidupnya. Mulai dari produk kecantikan hingga gaya pakaiannya, semua mencerminkan kesederhanaan yang halus dan elegan.

Rosie Huntington-Whiteley

Rosie Huntington-Whiteley, seorang model dan aktris asal Inggris, mengadopsi quiet luxury sebagai gaya pribadinya, juga berkolaborasi dengan merek-merek mewah. Dikenal karena penampilannya yang chic dan sederhana, ia lebih suka memilih desain yang minimalis dan elegan, menekankan pada kualitas dan keterampilan yang mendalam.

Dampak pada Pasar Barang Luxury

Quiet luxury menciptakan dampak yang signifikan dalam pasar produk mewah, mempengaruhi baik merek-merek terkemuka, maupun desainer yang baru muncul. Merek mewah ternama seperti Gucci, yang selama ini dikenal dengan logo yang mencolok dan mudah dikenali, mulai beralih ke desain yang lebih sederhana. Merek-merek ini kini memeluk kesederhanaan, menitikberatkan pada kualitas, dan merombak strategi pemasaran mereka untuk menyesuaikan dengan tren. Peningkatan popularitas gaya ini juga telah membawa perubahan dalam pandangan konsumsi produk mewah. Semakin banyak konsumen mencari produk yang mencerminkan individualitas dan selera pribadinya.

Meskipun barang-barang loud luxury masih tetap diminati, tetapi minat terhadap barang-barang quiet luxury mengalami peningkatan yang stabil. Hal ini seiring dengan upaya orang-orang terkaya di dunia kini lebih memilih kesederhanaan, mengekspresikan status kekayaannya dengan cara yang lebih lembut.

Ciri Khas Kelembutan Quiet Luxury

Tampaknya brand-brand mewah pun mengikuti tren ini, memilih untuk menetapkan harga yang lebih tinggi untuk produk-produk mereka yang lebih "tenang"--barang-barang yang tidak menampilkan logo secara mencolok. Produk-produk ini menarik bagi kalangan 1% atau "old money," yang dapat mengenali merek tanpa perlu melihat logo atau bahkan label. Namun tentunya, untuk menciptakan identitas pembeda, merek-merek ini perlu mengembangkan isyarat halus yang dikenal sebagai House Codes.

Salah satu contoh yang paling terkenal adalah tas ikonik Chanel turnlock dengan antai teranyam dan jahitan berlapis; serta tas Louis Vuitton yang memiliki sudut terbuat dari kulit dan aksesoris gantungan yang juga terbuat dari kulit. Mereka yang "mengerti" akan mengenali isyarat halus ini, menghargai nilai aksesoris atau pakaian tanpa perlu adanya logo merek yang mencolok. Pergeseran menuju quiet luxury, terutama di kalangan orang-orang terkaya di dunia, terlihat jelas di pasar barang mewah yang sudah mapan, seperti Italia dan Amerika Serikat.

Chanel's house code for quiet luxury

Quiet luxury muncul sebagai tren yang menarik, menantang pandangan konvensional tentang kemewahan dan kekayaan yang biasanya mencolok. Ia menekankan pada keanggunan, orisinalitas, dan keterampilan kerajinan, yang akhirnya berlabuh pada kualitas dan daya tahan. Dengan pertumbuhan yang stabil untuk pasar barang mewah, daya tarik quiet luxury kemungkinan juga akan terus berkembang. Ini memberikan alternatif bagi mereka yang mencari gaya yang berkesan anggun dan elegan di antara lingkungan yang semakin ramai dan bising.


Ikuti perkembangan terbaru di bidang tekstil, garmen, dan produksi, serta segala hal terkait fashion dengan mengikuti kami di Instagram, atau gunakan resource kami di sini.

Blog dan Artikel
Artikel Terbaru

Kontak Kami

Mari Berkenalan Lebih Lanjut dengan Mengikuti Kami di Media Sosial!
Cloami HQ
Jl. Cibaligo No.149, Kota Cimahi, Jawa Barat 40533

Mari saling terhubung!

Kontak kami untuk pertanyaan dan info lebih lanjut.





    Isi detail untuk Chat sekarang

    WhatsApp Chat Now
    arrow-leftarrow-right