Blog

Terbukanya Jalan bagi Tren Modest Fashion

November 23, 2023
3 Menit Waktu Baca

Gaya modest fashion mulai berkembang pada awal tahun 2000-an, mencerminkan preferensi personal yang memilih untuk menutupi diri, baik berlandaskan agama, budaya, atau alasan pribadi lainnya. Sebelumnya, mereka yang mengadopsi modest fashion seringkali menghadapi keterbatasan opsi akibat pasar yang masih relatif kecil. Namun, beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan yang signifikan dalam konsumsi item-item modest fashion. Menurut “State of the Global Islamic Economy Report” yang dirilis pada 2022, pengeluaran untuk segmen ini meningkat sebesar 5,7% pada tahun 2021, dari $279 miliar menjadi $295 miliar. Pertumbuhan ini dipicu oleh makin banyaknya konsumen yang mencari pakaian yang sejalan dengan nilai-nilai mereka, tapi tanpa mengorbankan estetika. Laporan tersebut juga memproyeksikan bahwa modest fashion akan mencapai nilai sekitar $311 miliar pada tahun 2024.

Daya Tarik di Luar Segmentasi Pasar

Gaya modest fashion tidak lagi terbatas pada pasar tersegmentasi. Louis Vuitton dan Max Mara turut memperkenalkan koleksi modest untuk Ramadan dan Idulfitri. Dengan harapan dapat menjangkau konsumen dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

Namun, perlu diingat bahwa modest fashion tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan dan preferensi religius, tapi juga dapat dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan pilihan personal. Seiring makin bertumbuhnya minat, mereka yang menyukai busana sederhana kini juga memiliki beragam opsi merek dan desainer khusus modest fashion.

Pengaruh Global Modest Fashion

Tren ini mengalami perkembangan pesat di pasar global, terutama di negara-negara jazirah Arab, seperti Iran, Turki, dan Arab Saudi. Dalam mengenali peluang di Timur Tengah, merek-merek ternama seperti Zara dan Pull & Bear tidak mau ketinggalan untuk menghadirkan ragam produk yang dapat memenuhi selera konsumen setempat. Meskipun tidak selalu menciptakan produk modest secara khusus, merek-merek ini sangat memperhatikan strategi marketing dan pilihan produknya agar sesuai dengan preferensi konsumen yang mengutamakan aspek kesantunan tersebut.

Di sisi lain, merek-merek populer seperti Asos dan Shein turut menawarkan beragam pilihan pakaian modest kepada konsumen di pasar Barat. Koleksi-koleksi ini dirancang dengan memperhatikan potongan yang lebih panjang, leher yang lebih tinggi, dan kain yang tidak tembus pandang untuk memenuhi kriteria modest fashion. Dengan demikian, tren ini pun semakin mendominasi panggung global.

Tren Baru Pakaian Olahraga Modest

Dengan meningkatnya popularitas activewear, berkembang juga berbagai merek yang menghadirkan produk activewear dengan arah modest. Dahulu, pakaian olahraga identik dengan keterbukaan; atasan tanpa lengan, legging ketat, dan celana pendek untuk memudahkan gerakan. Setelah terjadinya pergeseran tren, brand veteran hingga yang baru lahir juga turut mengeksplorasi desain modest.

Salah satu contoh yang paling diingat adalah Nike. Pada tahun 2017 Nike memperkenalkan produk hijab pertamanya. Peluncuran produk modest ini ternyata memulai percakapan penting tentang inklusivitas di industri activewear. Pada tahun 2020, Nike lebih serius lagi mengembangkan lini produk modest, termasuk di antaranya adalah pakaian renang. Rivalnya, Adidas, tidak mau ketinggalan. Adidas berkolaborasi dengan desainer Afrika Selatan, Thebe Magugu, menciptakan koleksi produk modest activewear yang lebih lengkap, termasuk pakaian renang, pakaian lari, hingga pakaian santai.

Indonesian activewear modest fashion brand, HIA EveryWear

Di Indonesia, kita juga menyaksikan meningkatnya popularitas modest activewear. Salah satu contoh terkini adalah HIA EveryWear, merek yang masih cenderung muda. Biarpun masih terbilang muda, merek ini berkomitmen untuk menciptakan produk dengan desain yang cermat, tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para perempuan. Peningkatan popularitas modest activewear mencerminkan perubahan dalam preferensi konsumen dan kesadaran industri terhadap kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.

Potensi Indonesia sebagai Pusat Fashion Modest Global

Tahun 2024 menjadi tonggak bagi Indonesia untuk meraih status sebagai pusat modest fashion secara global. Demografi negara ini menjadi keunggulan utama; sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Dengan pertumbuhan populasi muslim global yang pesat, Indonesia berada di tengah pasar yang sedang berkembang pesat.

Yang tak kalah menarik perhatian adalah kemunculan merek-merek lokal modest fashion. Saat segmen ini mendapatkan momentum, bukan hanya peritel besar seperti H&M, Uniqlo, dan COTTONINK yang menjadi perhatian. Merek-merek modest fashion lokal juga diakui secara besar-besaran. Brand seperti Buttonscarves, Heaven Lights, dan This is Bendina telah berhasil membangun pangsa pasar mereka sendiri. Selain itu, lanskap gaya ini juga semakin berkembang dengan adanya pertunjukan khusus yang merayakan modest fashion, seperti Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Acara tahunan ini menampilkan beragam merek modest fashion lokal, dengan transaksi mencapai $20,1 juta pada perhelatan yang terakhir.

Heaven Lights at Indonesian modest fashion runway, JMFW 2024

Perjalanan Indonesia untuk menjadi pusat modest fashion global nyatanya didorong oleh kontribusi desainer dan merek lokal, bukan hanya dominasi merek internasional. Partisipasi aktif pemain lokal dan dukungan pemerintah tentu akan memberikan harapan yang cerah bagi Indonesia di panggung dunia.


Ikuti perkembangan terbaru di bidang tekstil, garmen, dan produksi, serta segala hal terkait fashion dengan mengikuti kami di Instagram, atau gunakan resource kami di sini.

Blog dan Artikel
Artikel Terbaru

Kontak Kami

Mari Berkenalan Lebih Lanjut dengan Mengikuti Kami di Media Sosial!
Cloami HQ
Jl. Cibaligo No.149, Kota Cimahi, Jawa Barat 40533

Mari saling terhubung!

Kontak kami untuk pertanyaan dan info lebih lanjut.





    Isi detail untuk Chat sekarang

    WhatsApp Chat Now
    arrow-leftarrow-right