Blog

coachcoach

Tren Fashion Marketing di 2024

Maret 7, 2024
3 Menit Waktu Baca

Fashion marketing terus berevolusi. Cara berbelanja kini telah mengalami perkembangan yang signifikan. Platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Pinterest kini turut menawarkan pengalaman belanja selain berkirim kabar. Yang terbaru, TikTok Shop, telah membawa revolusi dalam belanja online dengan pendekatan yang menghibur dan interaktif. Sementara itu, banyak brand juga sedang menjelajahi penggunaan influencer dan kampanye virtual untuk meningkatkan pengalaman yang interaktif. Di 2024, marketing brand dan isu ESG akan ditekankan kembali, dengan memperhatikan nilai konsumen untuk meningkatkan penjualan dan loyalitas.

Berbelanja di Media Sosial

Platform media sosial telah bertransformasi menjadi pasar yang dinamis di mana konsumen dapat dengan mudah menemukan dan membeli produk. Bisnis, baik besar maupun kecil, tentu saja harus mengoptimalkan peluang ini. Selain Instagram dan Facebook, ternyata platform lain juga menawarkan fitur belanja:

  • Pinterest — Tab "Shop" memungkinkan pengguna untuk menemukan dan membeli produk langsung dari pin.
  • YouTube — Iklan yang dapat dibeli dan rak produk memungkinkan pengguna untuk berbelanja saat menonton video.
  • X (Twitter) — Modul "Shop" memungkinkan pengguna untuk menjelajahi dan membeli produk di dalam platform.
  • Snapchat — Bagian "Shop" memungkinkan pengguna untuk berbelanja langsung dari aplikasi.
  • TikTok — Tombol "Shop Now" dan "keranjang kuning" terintegrasi dengan fitur belanja yang memungkinkan pengguna berbelanja dengan lancar.
  • LinkedIn — Fitur belanja memungkinkan bisnis untuk memamerkan dan menjual produk atau layanan.

Meski ada pembatasan di beberapa wilayah termasuk Indonesia, TikTok menunjukkan potensi tersembunyi media sosial. Mereka berhasil menunjukannya dengan menggabungkan kenyamanan dan hiburan untuk meningkatkan engagement dan penjualan. Dengan munculnya tren "shoppertainment", TikTok Shop menjadi populer karena kenyamanan dan nilai hiburannya. Brand bahkan berkolaborasi dengan tokoh atau influencer untuk melakukan TikTok Live hanya untuk menjual produk, dan orang-orang menyukainya.

Di Indonesia, streetwear masih menjadi favorit audiens lokal, terutama di kalangan generasi muda. Banyak brand telah menargetkan generasi muda dengan menjual pakaian secara online melalui Instagram dan TikTok. Brand seperti cottonink, thisisapril, epidemic, dan Torch memanfaatkan influencer Instagram (dengan pengikut besar dan kecil) dan sesi live shopping untuk menarik audiens online yang lebih besar untuk membeli produk mereka.

Kampanye Marketing Virtual dan AI

Marketing inovatif membentuk kembali industri fashion dengan penggunaan influencer virtual dan kampanye AI. Brand seperti Coach menggabungkan influencer virtual dan artis sungguhan dalam kampanye yang terbarunya untuk musim semi dengan judul "Find Your Courage". Kampanye tersebut menampilkan model virtual imma, dan artis sungguhan seperti Lil Nas X, Camila Mendes, Youngji Lee, Kōki, dan Wu Jinyan. Model-mode ini diatur dalam skenario realitas virtual dan dunia nyata, menawarkan produk fisik dan virtual yang dapat dibeli, dan bahkan dapat digunakan di dunia gim. Dengan memadukan teknologi dan kreativitas, Coach mampu terhubung lebih dalam lagi dan menawarkan pengalaman baru bagi konsumen sambil memperkenalkan produknya secara inovatif.

Mengandalkan Nostalgia

Nostalgia tetap menjadi alat yang ampuh dalam memasarkan produk fashion dengan memanfaatkan emosi untuk meningkatkan engagement. Banyak brand menampilkan kembali artikel bergaya klasik tahun 90-an dan 2000-an dengan sentuhan modern agar dapat diterima lintas generasi. Selain mempengaruhi desain, nostalgia juga mempengaruhi strategi pemasaran yang mengacu pada referensi budaya dari dekade-dekade sebelumnya. Baik itu koleksi yang terinspirasi dari masa lalu atau kampanye iklan bertema retro, nostalgia berfungsi sebagai alat bercerita yang kuat.

Fashion Marketing di Masa Depan

Saat kita menatap tahun 2024, fashion marketing siap menjadi sorotan utama, dengan fokus baru untuk membangun koneksi emosional dan selaras dengan nilai-nilai konsumen. Isu sustainability juga akan terus menjadi pendorong, dengan semakin banyak konsumen mencari brand dan produk yang ramah lingkungan. Brand yang berpikiran maju akan memimpin jalan dengan praktik berkelanjutan, merangkul teknik daur ulang, dan pewarnaan alami untuk meminimalkan limbah dan memenuhi permintaan yang semakin besar untuk green fashion.

Singkatnya, pemasaran di dunia fashion pada 2024 akan ditandai dengan perpaduan inovasi digital, story-telling yang didorong oleh nostalgia, dan komitmen terhadap sustainability. Brand harus mulai merangkul tren ini untuk beradaptasi dengan preferensi konsumen yang berubah, agar nantinya bisa selalu menempatkan diri di pasar yang terus berkembang.


Ikuti perkembangan terbaru di bidang tekstil, garmen, dan produksi, serta segala hal terkait fashion dengan mengikuti kami di Instagram, atau gunakan resource kami di sini.

Blog dan Artikel
Artikel Terbaru

Kontak Kami

Mari Berkenalan Lebih Lanjut dengan Mengikuti Kami di Media Sosial!
Cloami HQ
Jl. Cibaligo No.149, Kota Cimahi, Jawa Barat 40533

Mari saling terhubung!

Kontak kami untuk pertanyaan dan info lebih lanjut.





    Isi detail untuk Chat sekarang

    WhatsApp Chat Now
    arrow-leftarrow-right