Dengan penuh semangat menyambut tahun 2024, dunia fashion telah siap menghadirkan palet warna yang cerah dan pola yang menarik. Tahun 2024 akan mengajakmu untuk menggagas ulang potongan-potongan yang ada dengan perspektif yang segar, tanpa perlu perombakan total pada lemari pakaianmu.
Mari kita bahas pengaruh 2023, tren warna mendatang, dan gaya terbaru untuk fashion 2024.

Pengaruh Pop Culture pada Fashion


Pengaruh pop culture dan industri hiburan pada tren fashion sangat signifikan, terbukti dengan rilis film live-action Barbie pada 2023. Warna pink yang dominan di dunia Barbie menginspirasi tidak hanya kostum Halloween tetapi juga gaya keseharian para influencer, pembuat konten, dan selebriti. Sinergi antara hiburan dan fashion diprediksi akan terus membentuk lanskap fashion di tahun 2024.

Proyeksi Warna yang Ceria untuk 2024

Di tahun ini, warna-warna yang cerah akan mendapatkan sorotan di dunia fashion ( dan juga keseharianmu). Menurut Stylecaster, berikut adalah warna-warna yang diperkirakan akan mendominasi tren fashion pada tahun 2024:

Koleksi musim semi/musim panas 2024 mengusung palet warna lembut dengan nuansa Y2K dan nostalgia, termasuk navy dan millennial pink. Kembalinya warna ceria ini menandakan perubahan dari netralitas yang dianut selama masa lockdown COVID.


Tren Mode 2024

1. Kembalinya Drop Waist

Industri fashion selalu menghadirkan kembali tren lama, dan di tahun 2024, kita akan menyambut kembalinya gaun dan siluet dengan drop waist. Meskipun dianggap kuno, gaya drop waist memberikan sentuhan daya tarik tersendiri, terutama untuk acara-acara malam yang elegan. Untuk memperbarui tren ini, carilah gaun dengan potongan leher asimetris untuk memberikan sentuhan yang lebih kontemporer.

2. Upgrade Mewah Trench Coat

Trench coat yang biasa dipakai pada hari hujan atau dingin, akan mendapatkan upgrade-nya pada tahun 2024. Para desainer kini menggunakan satin untuk menciptakan trench coat formal dan serbaguna yang bisa dipadukan dengan jeans atau gaun. Penggunaan satin juga memberikan nuansa vintage pada penampilan; memberikan estetika yang klasik, namun tetap segar.

3. Jas Pengantin Perempuan yang Memberikan Statement

Dengan kembalinya momentum pernikah setelah COVID-19, jas pengantin perempuan kini menjadi elemen fashion yang memberikan statement. Calon pengantin yang ingin tampil serba guna sepanjang hari di hari istimewa mereka dapat mengeksplorasi keanggunan jas pengantin dengan siluet yang besar, serta menggunakan bahan yang ringan dan lembut untuk memberikan sentuhan romantis.

4. Era Mega Bag

Tas mini dan tas mikro, sudah saatnya berganti; tahun 2024 menandai era mega bag. Para desainer seperti Brandy Maxwell, Sandy Liang, dan STAUD memperkenalkan tas tangan yang besar dan berkantung luas, menghilangkan kebutuhan untuk sering menukar tas. Perubahan ke arah tas yang lebih besar ini memberikan kepraktisan untuk beralih dari urusan pekerjaan ke kegiatan olahraga di gym dengan sangat effortless.

5. Update Gaya Preppy dengan Nuansa Y2K

Gaya preppy yang telah menjadi gaya klasik sejak awal tahun 1900-an, akan mengalami transformasi dengan sentuhan Y2K di tahun ini. Miu Miu memimpin tren ini dengan memperkenalkan kemeja berkerah bertumpuk, sepatu boat, dan rok mini; mengubah gaya preppy menjadi fashion statement yang lebih kontemporer.

Seiring dimulainya perjalanan fashion tahun 2024, terbukanya kembali perbatasan global yang dipengaruhi beragam budaya, menjanjikan perpaduan tren yang sangat menarik dan pantas disimak. Tren mana yang paling membuatmu antusias?


Ikuti perkembangan terbaru di bidang tekstil, garmen, dan produksi, serta segala hal terkait fashion dengan mengikuti kami di Instagram, atau gunakan resource kami di sini.

Lanskap fashion Indonesia mencerminkan sejarah yang kompleks bangsanya, memadukan kerumitan motif dari tradisi lampau dengan tren dan kreativitas modern. Karenanya patut diakui, bahwa desain yang berasal dari Indonesia menonjolkan inovasi dan keunikan yang menarik perhatian lokal hingga internasional. Melalui koleksinya, para fashion designer asal Indonesia turut menghadirkan karya yang vokal atas keunikannya. Bukan hanya otentik dan sarat budaya, koleksi ini dan para pembuatnya menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan kaya negara ini.

Harmoni Tradisi Kontemporer di Dunia Fashion Indonesia

Industri fashion di Indonesia kaya dengan teknik-teknik pelik dan desain unik, yang erat terkait dengan warisan budaya dan sejarah. Para fashion designer Indonesia dengan mahir menggabungkan berbagai elemen tradisional ke dalam karyanya. Kombinasi ini menghasilkan perpaduan warna, tekstur, dan pola yang memukau panggung global. Desainer Indonesia menciptakan reinterpretasi fashion yang memadukan desain batik dan sulaman indah ke dalam kebaya, sesuai dengan era modern.

Berikut ini adalah beberapa desainer fashion Indonesia yang telah mencapai prestasi luar biasa di panggung fashion global dunia.

Tex Saverio

Piece by Indonesian avant-garde Fashion Designer, Tex Saverio

Dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta, Tex Saverio telah menjadi ikon dalam dunia fashion avant-garde dan teatrikal. Desainnya dengan lincah menggabungkan imajinasi dengan fungsionalitas, meramaikan karpet merah Hollywood dan panggung internasional. Ia semakin dikenal setelah desain gaun pernikahan yang ia buat, ditampilkan untuk karakter Katniss Everdeen dalam film The Hunger Games: Catching Fire. Keahlian Tex Saverio adalah keberaniannya untuk menciptakan ornamen rumit, menggunakan bahan mewah, dan ketelitiannya terhadap detail. Desain-desainnya menciptakan harmoni yang menggabungkan unsur-unsur budaya Indonesia dengan daya tarik global kontemporer. Maka tidak heran bahwa ia juga dikenal dengan julukan "Alexander McQueen dari Indonesia".

Sally Koeswanto

The comeback stage of Indonesia haute couture fashion designer, Sally Koeswanto

Sally Koeswanto tidak hanya dikenal karena desainnya yang menonjol, tetapi juga karena komitmennya terhadap sustainability. Karyanya sering kali memadukan bahan ramah lingkungan dan metode produksi yang menunjukkan dedikasinya terhadap arah fashion yang bertanggung jawab. Pertunjukan comeback-nya pada tahun 2015 menampilkan 23 desain haute couture yang dikategorikan dalam tiga warna: putih, emas, dan hitam. Dengan desain yang berani dan pola yang khas, ia mendedikasikan pertunjukannya ini untuk merayakan kekuatan perempuan.

Sebastian Gunawan

The living sequins fashion designer, Sebastian Gunawan

Dikenal dengan desain gaun malam dan gaun pengantinnya, karya Sebastian Gunawan merupakan bentuk penghormatan terhadap keanggunan yang abadi. Dengan fokus pada kerajinan tangan yang rumit dan kecenderungan menggunakan bahan mewah, karya-karyanya sering menampilkan teknik bordir tradisional Indonesia yang dihadirkan dalam konteks modern. Terinspirasi oleh gemerlap Hollywood, Sebastian Gunawan juga kerap memasukkan manik, kristal, sequin, hingga permata bernilai tinggi dalam rancangan high fashion yang menjadi ciri khasnya. Keahliannya dalam menggabungkan siluet klasik dengan sentuhan kontemporer memberikannya banyak pengikut setia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Biyan Wanaatmadja

Biyan Wanaatmadja diakui atas keahliannya dalam menggabungkan tekstil dan teknik khas Nusantara dengan estetika desain modern. Salah satu desain signature-nya menampilkan potongan perca dari sutra dan renda, dengan detail yang cermat (sulaman dan payetnya dikerjakan secara individual). Karya-karyanya menjadi bukti nyata dari komitmennya untuk melestarikan warisan budaya Indonesia sembari mengukuhkan namanya di panggung dunia. Bahkan, rancangan Biyan kini telah tersedia di toko-toko bergengsi seperti Club 21, Bloomingdale's, dan Saks Fifth Avenue. Meskipun telah tinggal di Eropa selama 15 tahun sebelum kembali ke Indonesia, ia tidak pernah melupakan akarnya. Hal ini dapat dilihat dari koleksi-koleksi Biyan Wanaatmadja yang senantiasa mencerminkan koneksi mendalam dengan kesenian dan keterampilan khas Indonesia.

Dian Pelangi

Dian Pelangi merupakan pelopor dalam gerakan modest fashion Indonesia, dikenal dengan desainya yang penuh warna dan eklektik. Ia semakin populer karena keberaniannya menggeser batas-batas tradisional dalam perancangan busana muslim, memberikan inspirasi yang unik terhadap busana muslim modern. Rancangannya yang sangat berani terhadap warna dan pola berhasil menentang pandangan bahwa busana muslim harus berwarna netral dan cenderung suram. Lebih dari itu, karya-karya Dian Pelangi juga menyoroti palet warna kaya asal Indonesia yang menunjukkan bagaimana pengaruh budaya lokal dapat menghasilkan desain yang menarik secara global. Keberhasilannya memberikan warna baru dalam lanskap modest fashion telah berhasil menarik perhatian panggung runway di beberapa negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Australia, Dubai, Mesir, Kuwait, dan Yordania.

Peggy Hartanto

Peggy Hartanto dan desainnya inovatif dengan mulus menggabungkan tradisi Indonesia dan estetika global. Ia berhasil memukau hati penggemar fashion dunia. Terbukti pada 2016, ia mengukuhkan posisinya sebagai salah satu dari "30 Under 30: The Arts List" versi Forbes Asia, sebuah pengakuan atas perhatiannya terhadap detail dan komitmennya terhadap kualitas. Melalui label bernama sama, Peggy Hartanto terus menginspirasi banyak desainer muda dan fashion enthusiasts, baik di Indonesia maupun di mancanegara.

Toton Januar

Toton Januar,  menonjol sebagai tokoh designer yang mencerminkan inovasi dan kreativitas dalam industri fashion Tanah Air. Dengan filosofi desain yang khas, ia menggabungkan narasi dan kerajinan tradisional lokal dengan estetika kontemporer yang memberikan dampak signifikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pencapaiannya termasuk meraih International Woolmark Prize pada tahun 2017. Karya-karya Toton Januar tidak hanya mencerminkan daya tarik abadi fashion Indonesia, tetapi juga menggambarkan potensi luar biasa Indonesia di panggung internasional.

Keberlanjutan Pengaruh Desainer Indonesia

Dengan hampir 20.000 pulau yang membentuknya, Indonesia memancarkan kekayaan dan keberagaman budaya yang luar biasa. Setiap provinsi dan wilayah tidak hanya memiliki keunikan dalam makanan dan dialeknya, tetapi juga menampilkan adat istiadat dan tradisi yang beragam. Kondisi ini menciptakan landasan yang sangat mendukung kreativitas dan inovasi.

Perpaduan antara warisan dan inovasi, kerajinan dan visi kontemporer, tradisi dan modernitas, akan terus menjadi pendorong utama pengaruh Indonesia di kancah dunia.

Sebagai cermin dari keberagaman, desain yang berasal dari negeri ini mempertunjukkan budaya yang hidup, sejarah yang kaya, dan komitmen terhadap keterampilan. Indonesia akan terus menciptakan gelombang dan menginspirasi desainer lain untuk mengeksplorasi persimpangan yang kompleks antara budaya dan kreativitas. Evolusi fashion Indonesia bukan hanya tentang tren, melainkan sebuah perjalanan yang akan turut membentuk masa depan industri fashion dunia dengan penuh inspirasi dan inovasi.

Masa Depan Cerah Desainer Indonesia

Fashion designer di Indonesia telah memperlihatkan adaptabilitas dan inovasi yang memukau dalam menghadapi perkembangan industri. Tidak hanya mengintegrasikan elemen-elemen tradisional dalam karyanya, tetapi juga memanfaatkan kekuatan teknologi dan e-commerce untuk menjangkau audiens global. Dengan populasi muda yang gemar teknologi, Indonesia menyaksikan munculnya merek dan startup fashion lokal yang senantiasa merangsang kreativitas. Melalui perpaduan antara warisan budaya dan inovasi digital, desainer-desainer Indonesia menjelma menjadi perancang tren yang membentuk masa depan dinamis industri ini kelak.

Follow Instagram kami untuk tetap update dengan perkembangan terbaru dalam tekstil, pakaian, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan mode, atau gunakan Kumpulan Link kami di sini.


Jika kamu masuk ke toko dan melihat logo-logo sporty pada barang branded kini bukan lagi hal yang langka. Kolaborasi antara Gucci dengan Adidas serta Jacquemus dengan Nike sebagai contohnya. Kolaborasi yang melibatkan brand high-end seperti Fendi, dan activewear semakin sering dilakukan. Namun, hal ini memang tidak mengherankan mengingat pasar activewear diperkirakan akan mencapai $231,7 miliar pada tahun 2024.

Kolaborasi antara merek luxury dan activewear nyatanya merupakan simbiosis mutualisme, alias saling menguntungkan. Produk dari koleksi kolaboratif ini terbukti bisa dijual kembali hingga 10 kali lipat dari nilai aslinya di pasaran. Kolaborasi ini juga merupakan cara efektif bagi kedua merek untuk memperluas audiens dan menjangkau pasar yang sulit dicapai secara individual.

Brand yang mengusung kemewahan memiliki daya tarik dari segi kualitas dan eksklusivitas. Sementara itu, merek activewear menarik pelanggannya berdasarkan relevansi & keeratan hubungan dengan komunitasnya—tak jarang terlihat seperti "kultus". Dan hal ini sangat menarik brand high-end untuk turut mengambil bagian. Kolaborasi antara dua merek ini bukan hanya membantu meningkatkan penjualan, tapi juga mengangkat brand image ke jenjang yang lebih tinggi.

Serasi dan Awet: Kolaborasi antara Dua Dunia


Dengan pengaruh influencer dan Gen-Z yang selalu mencuri perhatian dalam gaya hidup, kolaborasi ini menjadi cara cerdas untuk menjangkau audiens baru. Oleh karena itu, koleksi kolaboratif pun menegaskan gagasan bahwa gaya streetwear juga pantas dianggap high-fashion, bahkan kemewahan. Athleisure kini bukan hanya digunakan untuk bersantai (meskipun hal tersebut dianggap lumrah selama pandemi), tapi juga bisa dilihat di ruang-ruang kantor, bahkan pesta dan karpet merah

Studi yang dilakukan Statista pada 2019 melaporkan bahwa 67% responden Gen Z membeli barang-barang mewah hasil kolaborasi ini. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi ini menjadikan pasar barang-barang mewah lebih mudah diakses oleh kalangan muda. Anggapan bahwa seseorang harus sudah sukses dan mapan untuk memiliki barang mewah pun turut punah. Dengan pasar yang semakin berkembang, kolaborasi yang sukses menjadi pendorong untuk adanya lebih banyak kolaborasi di masa depan.

Supreme-masi Louis Vuitton

Percaya atau tidak, Louis Vuitton adalah brand pelopor dalam menerima kolaborasi activewear ke dalam koleksinya. Pada 2017, Louis Vuitton dengan terbuka merangkul gerakan streetwear perdananya, berkolaborasi dengan brand yang juga dianggap sebagai bagian dari budaya skater: Supreme.


Kolaborasi ini unik dan ditargetkan pada pembeli serta audiens yang telah mengikuti kedua merek tersebut. Namun, saat ini, sepertinya kolaborasi dua dunia ini telah menjadi bagian integral dari budaya fashion. Setiap musim, para penggemar streetwear antusias menantikan koleksi kolaboratif, berharap mendapatkan itemnya yang seringkali tersedia dalam waktu terbatas.

Dengan strategi pemasaran langka yang diterapkan oleh merek-merek mewah, koleksi kolaboratif ini seringkali hadir dengan harga yang tinggi. Ditambah dengan label penjualan terbatas, item kolaborasi antara luxury dan streetwear memiliki potensi nilai hingga sepuluh kali lipat dari harga aslinya.

Harga yang tinggi ini tentu bukan tanpa alasan. Barang-barang kolaborasi memiliki karakteristik produk berkualitas tinggi dengan desain yang menarik dan unik. Biasanya, desain yang terlihat dalam koleksi high-end dan klasik cenderung menonjolkan garis-garis romantis dan lembut. Di sisi lain, streetwear memiliki ciri khas yang lebih keras, bahkan terkadang kasar. Perkawinan antara elemen mewah dan ketangguhan dari kedua dunia tidak hanya menyebabkan terciptanya karakteristik baru yang berbeda, tapi juga menghadirkan kombinasi sempurna antara style dan keterampilan.

Kolaborasi dengan Potensi Tak Terbatas

Kolaborasi semacam ini sering kali melibatkan lintas negara dan budaya. Sebagai contoh, merek Italia dapat bekerja sama dengan merek Amerika, menciptakan perpaduan gaya dan inspirasi mode yang menarik bagi kedua budaya tersebut. Merek yang mungkin tidak memiliki kesamaan atau bahkan tidak ada keterkaitan, dapat menciptakan suatu kolaborasi yang paling berkesan. Mungkin inilah alasan mengapa koleksi kolaborasi antara brand mewah dan activewear ini sangat dinantikan. Tidak ada yang dapat memprediksi apa yang bisa mereka ciptakan.

Dalam lanskap mode global yang selalu berubah, fungsi saja tidak cukup. Pakaian harus tidak hanya fungsional, tetapi juga modis, kreatif, bahkan eksperimental. Pakaian tidak hanya dikenakan untuk kegiatan olahraga, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan sehari-hari maupun bekerja. Kolaborasi dua dunia ini mampu mencapainya dengan menciptakan tampilan favorit pecinta fashion menggunakan bahan dan teknik yang umumnya digunakan untuk pakaian luar dan olahraga. Sebut saja rok tutu Off-White x Nike yang pernah dikenakan oleh Serena Williams, hingga beberapa artis yang turut memamerkan Dior Air Jordans, dan banyak lagi.

Kolaborasi Activewear dan Brand High-End yang telah mencuri perhatian kita di sepanjang 2023 ini…

Tiffany & Co. x Nike

Luxury & activewear brands collaboration by Tiffany & Co. and Nike

Kolaborasi ini, yang merupakan langkah pertama bagi merek perhiasan, menampilkan Air Force 1 klasik dalam warna hitam dengan logo khas Nike yang dihiasi warna biru ikonik Tiffany. Sepatu ini juga didekorasi dengan tanduk tumit dipoles perak 925. Tidak hanya itu, konsumen bahkan dapat memperoleh aksesori edisi terbatas berbahan perak sterling, termasuk tanduk sepatu, sikat pembersih sepatu, dan peluit.

Miu Miu x New Balance

Luxury & activewear brands collaboration by Miu Miu & New Balance

Sneaker kolaborasi ini akan menyoroti siluet ikonik seri 574 New Balance dalam tiga warna: biru berjumbai, denim merah marmer, dan kulit Nappa berwarna putih yang terlihat vintage. Menurut The Glossary, koleksi ini “mencampur estetika unik Miu Miu dengan desain retro New Balance, yang mencerminkan konsep perubahan, bertransisi dari dekonstruksi hingga rekonstruksi sambil meninggalkan jejak evolusinya. Akibatnya, terciptalah sepasang sepatu olahraga yang menggabungkan keanggunan Italia dengan atletisme Amerika."

Maison Margiela x Gentle Monster

Luxury & experimental brands collaboration by Maison Margiela and Gentle Monster

Kolaborasi ini menggabungkan desain avant-garde dan eksperimental a la Maison Margiela dengan kesederhanaan dan keeleganan desain kacamata khas Gentle Monster. Koleksi yang diluncurkan adalah 11 kacamata unisex yang menampilkan gaya retro khas kacamata hitam olahraga. Koleksi secara jelas mendeskripsikan diri sebagai "alat tak terbatas untuk berekspresi diri." Garis tanpa gender ini mencakup berbagai pilihan kacamata, mencerminkan keyakinan kedua brand dalam eksplorasi eksperimental.

Stüssy x Levi’s

Brand collaboration between Stüssy & Levi’s

Koleksi kapsul terbaru ini menampilkan sepasang jeans 501® dan jaket Trucker Type II yang telah dimodifikasi, menggabungkan dua siluet klasik dari Levi's dengan estetika dari Stüssy. Koleksi ini bahkan melibatkan hingga ke pembuatan jarcons khusus yang menyatukan logo Levi's Two Horse Pull & Stüssy.

Tren kolaborasi antara brand high-end dan activewear menjadi tanda revolusi dalam industri fashion. Menyatukan harmoni antara style dan fungsionalitas yang sangat jarang terjadi sebelumnya. Kolaborasi yang dinamis ini bukan hanya mengubah paradigma kita terhadap mode, melainkan juga memberdayakan individu untuk merangkul kenyamanan dan keanggunan berbusana dengan lebih mudah.

Ikuti perkembangan terbaru di bidang tekstil, garmen, dan produksi, serta segala hal terkait fashion dengan mengikuti kami di Instagram, atau gunakan resource kami di sini.

Isi detail untuk Chat sekarang

WhatsApp Chat Now